Minggu, 31 Januari 2010

tabrakan

Pernahkah melihat keping-kepingan daging dan tulang manusia berserakan di bawah ban-ban truk di pinggir jalan? Sopir angkot yang saya tumpangi menghentikan sebentar angkotnya di pinggir jalan, bertanya, "orangnya meninggal Pak?" Orang yang ditanya menjawab, "meninggal!". Sementara itu, di pinggir batas jalan, dua mobil truk berhenti. Di kolong mobil truk meringkuk tak berdaya sepeda motor berwarna merah. Di kanan kiri jalan orang-orang berkerumun. Seorang pengendara motor menelpon teman atau saudaranya, "cepat". Apanya yang cepat kami di dalam angkot hanya dapat menyaksikan daging-daging dan tulang berserakan di depan truk yang berhenti. Seringkali terjadi, tabrakan motor dengan truk disebabkan ulah pengendara motor yang ngebut dan berani menyalip truk yang juga melaju kencang di jalan raya. Motor dikendarai dengan cepat menyebabkan pengendaranya tidak bisa konsentrasi secara penuh. Kalau pengendaranya semakin nekat, motor gampang slip rodanya dan nyungsep ke jalanraya atau di kolong mobil truk, bis atau kendaraan roda empat yang lebih stabil. Satu lagi, mereka terlalu mudah mendapatkan SIM-nya, asal pakai uang berlebih, nggak ada ujian. Akibatnya, nyawa dianggap murah. hidup menjadi sia-sia. Sementara itu, roda pabrik motor dan mobil tetap berputar, beribu-ribu karyawannya menerima gaji dan untung mengalir ke yang punya pabrik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar