Selasa, 19 Januari 2010

Aksi Polisionil (Clash II) menyisakan kenangan menyedihkan bagi penduduk Indonesia. Kota-kota di Jawa Tengah, termasuk Yogyakarta diduduki pasukan KNIL. Sesudah Semarang, Magelang juga dibombardir dan diduduki Belanda. Kutoarjo tak luput dari tentara pendudukan KNIL ini, karena merupakan daerah tempat latihan Akademi Militer Magelang.
Ibu saya yang hamil tua, terpaksa mengungsi dai rumah yang tereletak di pinggir jalan di desa Sidarum, ke rumah yang agak di tengah pedesaan tetapi lain desa yaitu di desa Semawung guna menyelamatkan diri dari bombardemen tentara KNIL.
Rumah itu, rumah tua berdinding batu bata dengan pintu dari kayu jati bercat biru. Halaman rumah itu luas, ditanami berbagai macam pohon jeruk. Air sumurnya bening, di musim kering tidak pernah kehabisan air. Di sebelah sumur ada pohon nangka besar, daunnya rindang. Pintu masuk kebun dapat dari belakang dan dari samping. Di sekeliling kebun itu ditanami pohon petai cina berjajar rapi. Di sebelah pohon petai cina yang berjajar rapi ditanam pohon nenas berjajar-jajar. Mengelilingi kebun dibuat blumbang tempat sampah untuk mengumpulkan daun-daun kering dan kotoran ternak yang dapat dijadikan pupuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar