Senin, 01 Desember 2008

jenazah

Bu Bambang, tetangga depan rumah meninggal dunia pukul 3 dini hari. Kata pak RT ketika di opname yang keduakalinya, hanya seminggu di rumah sakit, hari-hari terakhir selang infus, O2 dicopoti sendiri. "Sepertinya sudah ada tanda-tanda," Kata Pak RT sambil tersenyum. Engkong menyahut, " Dulu ketika opname pertamakali saya mendengar ada suara burung gagak, Kaok, kaok!" Burung hitam tersebut hinggap di atas dahan pohon duren. Mata malaikatnya berkeliling penjuru, menebar hawa maut di atas atap genting di rumah depan saya. Yang datang melayat banyak, ibu-ibu dan bapak bapak, maklum ibunya bekas perawat dan bapaknya bekas polisi, jadi banyak kawan-kawan seasrama melayat ke rumahnya. Karena peristiwanya di depan rumah, jadi depan rumah saya kelihatan ramai, dipasangi tenda dan dijajarkan kursi-kursi biru untuk para pelayat.

Rabu, 26 November 2008

slametan

Slametan tujuh bulan kandungan pertama sapasang pengantin di Pasar Minggu.Seminggu sebelum slametan umi sudah sibuk merancang upacara itu. Mengundang ibu-ibu pengajian, mengumpulkan uang untuk masak makanan. Beras didatangkan dari Subang bersama adiknya. Pagi-pagi Umi sudah sibuk mencari minyak tanah yang sudah menghilang dari Jakarta. Istri anak ketiga bilang, "ndak usah cari minyak tanah, pakai gas saja lebih hemat!" "Oh, ya sudahlah," jawab Umi sambil membawa pulang jeligennya. Sayang dari seluruh rangkaian upacara itu, saya tak bisa datang karena diselenggarakan bukan hari libur. Saya harus mengutamakan kerja karena sekarang sedang musim PHK, krisis dunia. Istri saya datang nanti malam, ketika seluruh rangkaian upacara selesai.Dia harus menunggui anak-anaknya yang mempersiapkan kenaikan kelas dan menghadapi ujian.Adat istiadat seperti itu masih dilaksanakan, meski di kota besar, oleh orang-orang tua, demi kerinduan masa lalunya dan kecemasan masa mendatang, takut tidak selamat.

Selasa, 25 November 2008

SIANG HARI

selasa,26 NOVEMBER 2008
HARI INI TIDAK ADA PERISTIWA YANG UNIK. SAYA SEDANG MEMPERSIAPKAN BACKGROUND NOVEL SAYA. LATARBELAKANG TENTANG PERISTIWA KEMERDEKAAN INDONESIA TAHUN 1945. TENTUNYA MENARIK MENGUNGKAPKAN EFURIA RAKYAT INDONESIA WAKTU ITU, ANTUSIASME ORANG-ORANG MENHIRUP UDARA KEBEBASAN SESUDAH 350 TAHUN DIJAJAH BELANDA DAN 3 TAHUN DIJAJAH JEPANG. BAGAIMANA SAMBUTAN ORANG-ORANG KETIKA PERTAMAKALINYA MERAHPUTIH PERTAMAKALI DIKIBARKAN DIMANA-MANA? BAGAIMANA CARA ORANG-ORANG MEMBERITAKAN KEMERDEKAAN INI KEPADA TETANGGA DEKAT, SAUDARA YANG TINGGAL DI KOTA LAIN. BAGAIMANA CARA ORANG MENGETAHUI KEMERDEKAAN REPUBLIK, MELALUI RADIO, SURAT-KABAR ATAU TELEGRAP, ATAU TELEPUN? SESUDAH JAKARTA, BAGAIMANA DI KOTA-KOTA LAIN, APAKAH ORANG-ORANG MENGUNGKAPKANNYA DENGAN CARA YANG SAMA?

Jumat, 31 Oktober 2008

Jumat

Ngopi lagi, kentel dan hitam. Tetapi apa lagi. anak tadi numpang ngeprint. ibunya nelpon. tadi rapat dru, terus pulang nanti sore ke Bogor?

Kamis, 23 Oktober 2008

sore-sore

sore-sore habis ngopi lalu makan kue, enak kan. Daripada berdiri di pinggir jalan menunggu bis di pinggir jalan terkena debu bis-bis dan motor yang mengeluarkan asap dari kanlpotnya. Menunggu sepi?