Minggu, 31 Januari 2010
tabrakan
Pernahkah melihat keping-kepingan daging dan tulang manusia berserakan di bawah ban-ban truk di pinggir jalan? Sopir angkot yang saya tumpangi menghentikan sebentar angkotnya di pinggir jalan, bertanya, "orangnya meninggal Pak?" Orang yang ditanya menjawab, "meninggal!". Sementara itu, di pinggir batas jalan, dua mobil truk berhenti. Di kolong mobil truk meringkuk tak berdaya sepeda motor berwarna merah. Di kanan kiri jalan orang-orang berkerumun. Seorang pengendara motor menelpon teman atau saudaranya, "cepat". Apanya yang cepat kami di dalam angkot hanya dapat menyaksikan daging-daging dan tulang berserakan di depan truk yang berhenti. Seringkali terjadi, tabrakan motor dengan truk disebabkan ulah pengendara motor yang ngebut dan berani menyalip truk yang juga melaju kencang di jalan raya. Motor dikendarai dengan cepat menyebabkan pengendaranya tidak bisa konsentrasi secara penuh. Kalau pengendaranya semakin nekat, motor gampang slip rodanya dan nyungsep ke jalanraya atau di kolong mobil truk, bis atau kendaraan roda empat yang lebih stabil. Satu lagi, mereka terlalu mudah mendapatkan SIM-nya, asal pakai uang berlebih, nggak ada ujian. Akibatnya, nyawa dianggap murah. hidup menjadi sia-sia. Sementara itu, roda pabrik motor dan mobil tetap berputar, beribu-ribu karyawannya menerima gaji dan untung mengalir ke yang punya pabrik.
Rabu, 20 Januari 2010
Fiction/fiksi/khayal biasanya berbentuk roman dan cerpen/cerita pendek. Dalam kesusastraan masih banyak bentuk fiksi lain seperti dongeng/fairly tales, fables, dongeng mitologi. Contoh karya-karya tersebut, misalnya karangan Oscar Wilde (1856-1900), cerpen "Pangeran Bahagia":
Kalau seorang pengarang sastra menulis ceritanya banyak diliputi khayal, mungkin ada yang bertanya, apakah cerita-cerita sastra itu bohong dan tidak mengandung kebenaran? kalau kita perhatikan cerita "Pangeran bahagia" misalnya, bahwatidak mungkinlah ada sebuah patung pandai bicara, benarlah cerita itu bohong. Akan tetapi adakah di antara pembaca yang rasa kejujurannya merasa tersinggung ketika membaca cerita tersebut? Kiranya, malah banyak yang merasa bersyukur dapat menikmati karangan kanak-kanak yang begitu indah. terharu kita, bagaimana patung itu iba hatinya melihat begitu banyak orang yang menderita karena kemiskinan. Dan matanya yang dari batu nilam itu dihadiahkan kepada orang-orang miskin untuk membeli makanan dan pakaian (Aoh K. Hadimadja, 1981:11)
Kalau seorang pengarang sastra menulis ceritanya banyak diliputi khayal, mungkin ada yang bertanya, apakah cerita-cerita sastra itu bohong dan tidak mengandung kebenaran? kalau kita perhatikan cerita "Pangeran bahagia" misalnya, bahwatidak mungkinlah ada sebuah patung pandai bicara, benarlah cerita itu bohong. Akan tetapi adakah di antara pembaca yang rasa kejujurannya merasa tersinggung ketika membaca cerita tersebut? Kiranya, malah banyak yang merasa bersyukur dapat menikmati karangan kanak-kanak yang begitu indah. terharu kita, bagaimana patung itu iba hatinya melihat begitu banyak orang yang menderita karena kemiskinan. Dan matanya yang dari batu nilam itu dihadiahkan kepada orang-orang miskin untuk membeli makanan dan pakaian (Aoh K. Hadimadja, 1981:11)
Selasa, 19 Januari 2010
ttt
Catatan tentang T dari sumedang. Masa kecil yang menyenangkan. Saya bebas masuk ke rumah tetangga kami dengan bebas, bermain, mengambil makanan tanpa yang empunya rumah marah. Siapa saja memanjakan saya, mereka bukan saudara, saya panggil mereka akang, bibi, paman atau siapa saja yang saya mau. sebuah dusun yang damai dan sejahtera.
Tetapi kenangan indah itu kini tinggal serpihan-serpihan peristiwa, yang kini dengan susah-payah dapat kugali kembali, meski tidak lengkap benar. Kenangan indah itu tercerai-berai diantara kehidupan belangsak sewaktu lulus SMA karena harus mencari kerja ke sana ke mari, tek puguh lagu. Kehidupan belangsak tersebut terjadi karena ayah tiba-tiba menghilang tak tentu rimbannya, tidak ada kabar berita, keadaan ekonomi rumah tangga yang tadinya kecukupan menjadi sulit. keadaan tersebut tidak dialami ibuku sendiri yang harus membesarkan 8 anaknya, menjaga agar anak-anaknya tetap sekolah dengan bekerja apa saja.
Tetangga yang tadinya ramah jadi menjauh. Kampung yang tadinya damai dan sejahtera menjadi kampung sepi. Penduduknya jarang tersenyum. Kantor-kantor megah bukan menjadi tempat bermain lagi. Sore yang diisi keceriaan para muda-mudi dengan bermain musik menjadi sepi, ngelangut dan kosong tanpa jiwa.
Tetapi kenangan indah itu kini tinggal serpihan-serpihan peristiwa, yang kini dengan susah-payah dapat kugali kembali, meski tidak lengkap benar. Kenangan indah itu tercerai-berai diantara kehidupan belangsak sewaktu lulus SMA karena harus mencari kerja ke sana ke mari, tek puguh lagu. Kehidupan belangsak tersebut terjadi karena ayah tiba-tiba menghilang tak tentu rimbannya, tidak ada kabar berita, keadaan ekonomi rumah tangga yang tadinya kecukupan menjadi sulit. keadaan tersebut tidak dialami ibuku sendiri yang harus membesarkan 8 anaknya, menjaga agar anak-anaknya tetap sekolah dengan bekerja apa saja.
Tetangga yang tadinya ramah jadi menjauh. Kampung yang tadinya damai dan sejahtera menjadi kampung sepi. Penduduknya jarang tersenyum. Kantor-kantor megah bukan menjadi tempat bermain lagi. Sore yang diisi keceriaan para muda-mudi dengan bermain musik menjadi sepi, ngelangut dan kosong tanpa jiwa.
Aksi Polisionil (Clash II) menyisakan kenangan menyedihkan bagi penduduk Indonesia. Kota-kota di Jawa Tengah, termasuk Yogyakarta diduduki pasukan KNIL. Sesudah Semarang, Magelang juga dibombardir dan diduduki Belanda. Kutoarjo tak luput dari tentara pendudukan KNIL ini, karena merupakan daerah tempat latihan Akademi Militer Magelang.
Ibu saya yang hamil tua, terpaksa mengungsi dai rumah yang tereletak di pinggir jalan di desa Sidarum, ke rumah yang agak di tengah pedesaan tetapi lain desa yaitu di desa Semawung guna menyelamatkan diri dari bombardemen tentara KNIL.
Rumah itu, rumah tua berdinding batu bata dengan pintu dari kayu jati bercat biru. Halaman rumah itu luas, ditanami berbagai macam pohon jeruk. Air sumurnya bening, di musim kering tidak pernah kehabisan air. Di sebelah sumur ada pohon nangka besar, daunnya rindang. Pintu masuk kebun dapat dari belakang dan dari samping. Di sekeliling kebun itu ditanami pohon petai cina berjajar rapi. Di sebelah pohon petai cina yang berjajar rapi ditanam pohon nenas berjajar-jajar. Mengelilingi kebun dibuat blumbang tempat sampah untuk mengumpulkan daun-daun kering dan kotoran ternak yang dapat dijadikan pupuk.
Ibu saya yang hamil tua, terpaksa mengungsi dai rumah yang tereletak di pinggir jalan di desa Sidarum, ke rumah yang agak di tengah pedesaan tetapi lain desa yaitu di desa Semawung guna menyelamatkan diri dari bombardemen tentara KNIL.
Rumah itu, rumah tua berdinding batu bata dengan pintu dari kayu jati bercat biru. Halaman rumah itu luas, ditanami berbagai macam pohon jeruk. Air sumurnya bening, di musim kering tidak pernah kehabisan air. Di sebelah sumur ada pohon nangka besar, daunnya rindang. Pintu masuk kebun dapat dari belakang dan dari samping. Di sekeliling kebun itu ditanami pohon petai cina berjajar rapi. Di sebelah pohon petai cina yang berjajar rapi ditanam pohon nenas berjajar-jajar. Mengelilingi kebun dibuat blumbang tempat sampah untuk mengumpulkan daun-daun kering dan kotoran ternak yang dapat dijadikan pupuk.
Langganan:
Postingan (Atom)