Rabu, 26 November 2008

slametan

Slametan tujuh bulan kandungan pertama sapasang pengantin di Pasar Minggu.Seminggu sebelum slametan umi sudah sibuk merancang upacara itu. Mengundang ibu-ibu pengajian, mengumpulkan uang untuk masak makanan. Beras didatangkan dari Subang bersama adiknya. Pagi-pagi Umi sudah sibuk mencari minyak tanah yang sudah menghilang dari Jakarta. Istri anak ketiga bilang, "ndak usah cari minyak tanah, pakai gas saja lebih hemat!" "Oh, ya sudahlah," jawab Umi sambil membawa pulang jeligennya. Sayang dari seluruh rangkaian upacara itu, saya tak bisa datang karena diselenggarakan bukan hari libur. Saya harus mengutamakan kerja karena sekarang sedang musim PHK, krisis dunia. Istri saya datang nanti malam, ketika seluruh rangkaian upacara selesai.Dia harus menunggui anak-anaknya yang mempersiapkan kenaikan kelas dan menghadapi ujian.Adat istiadat seperti itu masih dilaksanakan, meski di kota besar, oleh orang-orang tua, demi kerinduan masa lalunya dan kecemasan masa mendatang, takut tidak selamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar